Yogyakarta, The City of Love

Bagi turis asing Yogyakarta hanyalah kota yang identik dengan Kota Pariwisata. Tapi Yogyakarta adalah kota yang sarat dengan berbagai julukan. Kota Pelajar, Kota Pendidikan, Kota Budaya, Indonesia Mini (silakan dicek, mahasiswa yang menuntut ilmu di Yogya berasal dari seantero nusantara), dan juga Kota Kenangan. Ya, Yogyakarta pasti akan meninggalkan kesan mendalam bagi setiap orang yang pernah tinggal di dalamnya, meletupkan kerinduan yang tak pernah padam untuk kembali lagi suatu saat tinggal di kota yang terkenal dengan suasana adem ayemnya ini. Coba aja, tanyalah orang-orang yang pernah kuliah di Yogya, apakah suatu saat mereka ingin kembali tinggal di Yogyakarta? Saya yakin 90% jawabannya adalah “ya”.

Bagaimana tidak nyaman tinggal di Yogyakarta? Biaya hidup yang murah (memang sih karena pendapatan per kapita termasuk yang terendah di indonesia…hehehe…), tapi so far, masyarakat Yogya tetep hidup aman tenteram saja. Budaya “nrimo” yang terpancar kuat, sebagai bentuk keikhlasan menerima garis hidup menciptakan situasi kondusif itu. Itu benar-benar terbukti, di saat kerusuhan peralihan masa orde baru ke masa era reformasi, Yogya lah kota yang paling tenang menyambut peristiwa itu. Kewibawaan Kesultanan Yogyakarta masih terlalu kuat untuk masyarakat asli Yogyakarta, bahkan untuk kaum mahasiswa yang notabene adalah pendatang, sehingga kerusuhan massal bisa terhindarkan.

Kota penuh damai, kota penuh cinta. Inilah yang membuat siapapun yang pernah tinggal di Yogya, kemudian bertempat tinggal di kota lain, berkeinginan untuk kembali ke Yogyakarta untuk menghabiskan masa tua mereka. Bagi sebagian besar pendatang yang merantau ke Yogyakarta untuk menuntut ilmu atau pun bekerja, hampir sebagian besar menemukan “cinta”nya di kota ini. Cinta yang tumbuh ketika sama-sama sedang “berjuang” meraih cita-cita. Sungguh sebuah kenangan yang sulit dilupakan ketika cinta itu berlanjut ke pelaminan hingga beranak cucu.

Cinta memang membuat segalanya menjadi indah, menyenangkan walaupun sebenarnya yang terjadi adalah sebuah kesusahan. Tapi cinta yang pernah kita rasakan di Yogyakarta, adalah bentuk cinta yang membuat kita senantiasa merindu akan hadirnya suasana itu kembali di saat usia kita bertambah. Sebuah cinta yang mungkin susah untuk didapatkan kembali ketika merantau di kota atau di negeri orang.

I Love You, Yogyakarta….

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.